|
|
|
Halaman Depan |
|
|
GLOBALISASI DAN PENDIDIKAN YANG KREATIF Nanang Pamuji Mugasejati
"The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and
we
miss it, but that it is too low and we reach it."
-- Michelangelo
Kinerja ekonomi nasional kita di arena global, tampaknya belum juga
menggembirakan. Ini terlihat misalnya, dengan adanya kekhawatiran
bahwa target pertumbuhan ekspor tahun 2007 sebesar 14,5 persen tidak akan tercapai. Nada pesismis juga munculnya dalam melihat target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen. ... selanjutnya »
Demokrasi, Kemajemukan dan Keindonesiaan Riza Noer Arfani
Demokrasi dan kemajemukan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Demokrasi adalah sarana mengelola kemajemukan. Kemajemukan itu sendiri adalah esensi dan nilai dasar demokrasi. Pengakuan pada kemajemukan beserta segenap norma dan praktik yang berada di dalamnya adalah basis nilai demokrasi. Demokrasi tanpa kemajemukan bukanlah demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi dengan embel-embel –yaitu demokrasi yang ditempeli dengan nilai-nilai yang anti-kemajemukan— bukanlah demokrasi.
Di negeri ini, kita pernah mengenal istilah “demokrasi terpimpin” ... selanjutnya »
Buruh Nike dan Dilema Indonesia Poppy Sulistyaning Winanti
Demo buruh Tangerang yang telah berlangsung selama beberapa minggu belakangan ini kembali menguak potret buram nasib buruh Indonesia. Keputusan pihak Nike untuk menghentikan pesanan pada PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan Nagasakti Paramashoes Industry (Nasa) telah menempatkan nasib 14.000 buruhnya di ujung tanduk. Dengan alasan tidak lagi dapat memenuhi standar minimum mutu dan kerap melakukan keterlambatan pengiriman produk, pihak Nike pun memutuskan untuk menghentikan pesanan kepada kedua ... selanjutnya »
|
|
|
|
:: PENGANTAR
Didirikan di Jogjakarta pada tanggal 13 Oktober 1989, PPSK mewakili semangat pembaharuan sejumlah cendekiawan terkemuka Indonesia seperti Amien Rais, Kuntowijoyo dan Soedjatmoko. Raison d'etre pendiriannya adalah keprihatinan akan terbatasnya pemikiran kritis dan pengkajian strategis yang berorientasi pada masyarakat lemah .
Oleh karena itu, lembaga ini memiliki perhatian besar terhadap berbagai isu ketimpangan dan ketidakadilan politik, ekonomi, sosial dan kultural, serta berusaha untuk memberikan sumbangan pemikiran dan tindakan bagi pemecahan masalah-masalah tersebut." | |
|