|
Amien: Yang Diberantas Hanya Yang Ringan
Sumber : Jawa Pos, 23 May 2007
JAKARTA - Setelah pengakuannya yang cukup kontroversial sebagai salah satu capres yang menerima aliran dana DKP pada Pemilu 2004, Amien Rais kian giat mengampanyekan aksi perlawanan terhadap praktik korupsi. Menurut dia, banyak politisi dan penyelenggara negara yang sudah menjadikan korupsi sebagai pandangan hidup.
"Orang-orang ini tidak mampu lagi membedakan mana yang dikategorikan korupsi dan mana yang bukan," kata Amien dalam diskusi Tegakkan Hukum dan Bangkit Melawan Korupsi di Hotel Sultan kemarin. Dalam acara yang digagas Masyarakat Profesional Madani (MPM) itu, turut berbicara sutradara senior Putu Wijaya, peneliti CSIS J. Kristiadi, tokoh Malari Hariman Siregar, anggota Komisi III Gayus Lumbuun, dan Ketua MPM Ismed Hasan Putro.
Amien menyampaikan, perjuangan melawan korupsi di Indonesia membutuhkan komitmen yang tak kenal menyerah. Apalagi reformasi membawa visi untuk membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi. Ironisnya, penyelesaian kasus korupsi di Indonesia masih pada level korupsi ringan. "Korupsi dalam skala besar justru terlindungi," ujarnya.
Menurut mantan Ketum Muhammadiyah itu, data-data awal mengenai indikasi korupsi, sebenarnya, sudah tersedia di Badan Pemeriksa Keuangan. "Tinggal sekarang bagaimana sikap pemerintah, apakah memang ingin membongkar korupsi atau membiarkan bangsa ini tenggelam perlahan-lahan," tegasnya.
Putu Wijaya memandang hukum seperti pisau bermata ganda. Bagi orang-orang tertentu, hukum justru digunakan untuk mendapat kesenangan sendiri dan menindas orang lain, termasuk melalui jalan korupsi. Apalagi, lanjut Putu, barometer korupsi yang menjadi pegangan setiap orang memang berbeda-beda. "Intinya, kita sedang mengalami sebuah krisis budaya," katanya.(pri/ein)
|
|